⚛Webinar HIMNI: “Jebakan Geopolitik ART 2026: Masihkah Indonesia Bebas Memilih Vendor PLTN?”

Target PLTN pertama Indonesia beroperasi pada 2032 semakin dekat. Di atas kertas, opsi teknologi terhampar luas—mulai dari Small Modular Reactor (SMR) desain Barat hingga PLTN Terapung (FNPP) Rusia yang terbukti handal beroperasi. Namun, pertanyaannya: Di tengah eskalasi geopolitik global saat ini, apakah kita benar-benar “bebas” memilih? Berlakunya regulasi sanksi internasional (termasuk dampak turunan ART 2026) telah mengubah lanskap pembangunan PLTN dunia. Keputusan memilih vendor kini tak lagi sekadar urusan teknis, harga, atau jadwal. Ini bukan sekadar transaksi jual-beli teknologi, tapi langkah berisiko di tengah perseteruan negara-negara adidaya. Taruhannya besar: mulai dari ancaman pemboikotan bank internasional, monopoli pasokan bahan bakar nuklir, hingga bahaya ‘menggadaikan’ kendali energi nasional kita ke tangan asing.

Jangan lewatkan diskusi menarik ini

🗓 Kamis 16 April 2026 | 16.00–17.30 WIB
🔗 Daftar: https://shorturl.at/XTUBH
Meeting ID: 843 8756 1539
Passcode: wisnubroto

Terdapat e-certificate.

Acara ini dapat pula disimak via youtube di kanal djarot sulistio Wisnubroto.